Detox vs Purging kulit, apa benar ada dan apa yang seharusnya diharapkan

Sharing ttg nuance Detox vs Purging yg sebenarnya sama.
Detox = a period when you stop taking unhealthy or harmful foods, drinks, or drugs into your body for a period of time, in order to improve your health
by cambrige dictitionary.

Proses dari detoksifikasi itu adalah mengeluarkan unhealthy substance

Purge = to get rid of

Jadi intinya detox dan purging adalah sama, yaitu, sama-sama mengeluarkan bahan yang tidak diinginkan (tidak sehat dari tubuh, dalam hal ini dari kulit).

Bisakan kulit mengalami purging/detox?
Semua sel di tubuh kita memiliki kemampuan untuk meregenerasi, mengeluarkan substance yang tidak sehat “HANYA JIKA” tubuh di liburkan dari paparan bahan yang tidak diingikan untuk masuk ke tubuh termasuk via transdermal/kulit.

Contoh nyata dan ini adalah salah satu cara pengobatan
Ingat topical medicine atau transdermal drug = obat yang diaplikasikan lewat kulit untuk terserap ke dalam tubuh.

Dan kenapa semuanya itu akan buat kulit mengalami masa transisi/transformasi yang disebut detox atau purging ketika kulit beralih ke produk yang lebih sehat dan alami?

images

sumber foto: bioelements.com

Idealnya memang proses tersebut memang harus kelihatan/terasa. Semua yg terjadi di tubuh kita pada level sel akan ada dampaknya. Off balancenya 1 enzim saja, atau 1 vitamin, atau dehidrasi ringan karena sehari tidak minum dalam jumlah yang cukup, it will create change in the body right away. Apalagi kulit yg diberi synthetic chemicals unknown dan tidak bisa dicerna oleh tubuh dalam artian tidak selaras dengan bahasa tubuh untuk memproses semua yang masuk, kemudian dikembalikan lagi ke keseimbangan alaminya, kalau dilihat dalam slow motion microscopic level, hal ini seperti bencana bumi yang tidak berkesudahan.

Sederhananya, kita ngomong kulit dengan 3 komponen yg sangat penting diantara banyak komponen lainnya yang menentukan kesehatan dan kecantikan kulit:
1. microbiome
2. hydro-lipid barrier
3. stratum corneum
dengan pengaplikasian bahan-bahan yg tidak dikenal tubuh (bukan berarti misal karena kita tidak pernah mencium lavender terus tubuh menjadi tidak kenal lavender), dalam hal ini adalah synthetic chemicals terutama yang berbahaya). Kulit pada 3 concern di atas yg saya sebutkan akan mengalami perubahan drastis yang membuat kulit jadi tidak sehat. (penjelasannya terlalu detail kapan-kapan kita bahas ya).

Dan ketika kulit minimal tidak lagi menggunakan bahan kimia sintetis, kulit akan mengalami perubahan untuk recalibrate atau kembali ke keseimbangan alaminya, dan versi ini kulit kadang reaktif dan menjadi sangat tidak nyaman dan pada sebagian orang kadang ok-ok saja, dan hal ini akan sangat tergantung dengan kondisi setiap orang.

Apalagi ketika bertransisi menggunakan produk alami, yang membantu mempercepat kulit untuk kembali ke keseimbangan alaminya, seperti kulit diberi booster (bayangkan minum berliter-liter jus ketika melakukan detox tubuh) untuk mempercepat detox yang inipun tidak sama dari orang ke orang hasilnya. Dan tahap ini tidak bisa dihindari. Dihindari = menyimpan tikus untuk beranak di dalam selimut.

Perumpamaannya, coba lihat detox pengobatan kanker, mereka dengan sangat sensitif akan sangat merasakan perubahan ketika proses detoxsifikasi atau gampangnya, untuk mengembalikan kulit pada kesehatannya yang paling prima termasuk mengeluarkan semua toxin, bagaimana dengan kulit? tentu sama pada level yang lebih mild/berbeda nuansanya. Intinya, harapkan perubahan pada kulit ketika kulit detox/purging. Dan harapkan akan ada hal-hal yang tidak nyaman. each cel need to be brought up into its natural state brought out from unbalance state and while taking out of the stuff we don’t want from our skin.

Satu hal lainnya yang jarang orang ketahui adalah kaitan stress, hormon dan alergi termasuk pencernaan kaitannya dengan breakout yang dipikir detox/purging, yg muncul dalam waktu semalaman saja atau beberapa jam setelah aplikasi sesuatu ke kulit dan hal ini sangat sering terjadi ketika “salah makan” ini sebenarnya adalah pelarian dari adrennal stress. Yang kembali lagi, kita lihat kenapa masalah adrenal muncul.

Breakout itu sama dengan hal di atas, adrenal stress tapi akarnya lebih sistemic. Contohnya dalam batasan pakai produk sekarang besok langsung muncul jerawat. Dampak addrenal stress akan sangat cepat muncul ke kulit dalam hitungan jam.

Biasanya mereka-mereka yang kulitnya sensitif dan berjerawat punya masalah dengan ketidakseimbangan hormon, disbiosis pencernaan, akumulasi xenoestrogen dan pil kb, dll dan semuanya seperti efek domino sangat erat berkaitan, satu terhubung dengan lainnya.

Kemudian liver tidak bisa dengan efektif mencerna toxin dan kelebihan hormon yg masuk ke tubuh termasuk sistem limpatik juga tidak bisa dengan efektif mengeliminasi toxin (solusi dry brush untuk masalah limpatik).

Mohon dipahami, ketidakseimbangan hormon itu bisa disembuhkan Rata-rata orang menganggap sudah DNA-nya, but actually its not accurate.

Kita punya DNA yg mungkin cenderung akan lebih sensitif dengan masalah tersebut, tetapi yang membuat hal ini menjadi lebih rentan, adalah kesemua masalah di atas.

Side note:
Satu yang sangat saya suka untuk penyembuhan jerawat, or any skin problem, adalah dengan mandi matahari pagi 😉 dimana pori-pori kita itu seperti cervix yang akan membuka dan keluar lubrikasi dengan stimulan cahaya matahari and healing take place.

Learning journey on living natural beauty to the fullest
Deasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s